Selasa, 04 Juni 2013

004. SHOLAT KAFFAROH (PENEBUS DOSA) DI JUM'AT TERAKHIR DI BULAN RAMADHAN

> Anwar Ajja
Assalamualaikum smuax
G5na puxa kabar ??? Smoga sll dlm lindungan sang maha arrohman amien amien ya mujibazsailin
Oia to the poin aza aq denger2 dari sebagian guru , katax dalam jum'at akhir d bulan ramadhan ada sholat yg bernama sholat KHOIRUL FU'AD baxak sholatx 2 roka'at, Sekarang kan bulan ramadhan udh hampir habis u/ taon ini yg faedahx: brang siapa yg melakukan sholat khoirul fu'ad ini allah akan menutupi sholat yg tlah pod ( tidak di kerjakan)slama 40 tahun
Pertanyaan:
1 apakah ada sholat yg seperti ??
2 trus bagai mana niatx ??
Kami berharap untuk jawabanya di lengkapi dg ibarotnya
Trima kasih u/ smuax assalamualaikum


Jawaban:

== Muqit Ismunoer

Wa Alaikum Salam Wr. Wb.

Ada beberapa riwayat
tentang fadlilah hari
Jum'at, baik yang terakhir
bulan Ramadhan, atau
tidak, dan yang ada
kaitannya dengan
penebusan sholat yang
ditinggalkan tetapi
menurut imam-imam
pakar hadist, kebanyakan
hadist maudlu' alias palsu.
Hadist maudlu' masuk
tingkatan hadist dlaif
(lemah) yang paling lemah
dan dapat dikatakan palsu,
karena diyakini itu buatan
orang yang yang kemudian
diklaim dari Rasulullah
s.a.w.

Di antara riwayat-riwayat
tersebut adalah sbb:

1. Hadist riwayat Dzahabi
dan kitab Ahadits
Mukhtarah:

ﻭﺑﺈﺳﻨﺎﺩ ﻣﻈﻠﻢ ﻋﻦ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﻴﺪ
ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻨﻬﺮﻭﺍﻧﻲ ﺛﻨﺎ ﺃﺑﻮ ﻋﺎﺻﻢ ﺛﻨﺎ
ﺍﻷﻭﺯﺍﻋﻲ ﻋﻦ ﻳﺤﻴﻰ ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺳﻠﻤﺔ
ﻋﻦ ﺃﻡ ﺳﻠﻤﺔ ﻗﺎﻟﺖ ﺩﺧﻞ ﺷﺎﺏ
ﻓﻘﺎﻝ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻧﻲ ﺃﺿﻌﺖ
ﺻﻼﺗﻲ ﻓﻤﺎ ﺣﻴﻠﺘﻲ ﻗﺎﻝ ﺣﻴﻠﺘﻚ ﺑﻌﺪ
ﻣﺎ ﺗﺒﺖ ﺃﻥ ﺗﺼﻠﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﺛﻤﺎﻥ
ﺭﻛﻌﺎﺕ ﺗﻘﺮﺃ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺭﻛﻌﺔ ﺧﻤﺴﺔ
ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﻣﺮﺓ )ﻗﻞ ﻫﻮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺣﺪ (
ﻓﺈﺫﺍ ﻓﺮﻏﺖ ﻓﻘﻞ ﺃﻟﻒ ﻣﺮﺓ ﺻﻠﻰ
ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻓﺈﻥ ﺫﻟﻚ ﻛﻔﺎﺭﺓ ﻟﻚ
ﻭﻟﻮ ﺗﺮﻛﺖ ﺻﻼﺓ ﻣﺎﺋﺘﻲ ﺳﻨﺔ ﻭﻛﺘﺐ
ﻟﻚ ﺑﻜﻞ ﺭﻛﻌﺔ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﺳﻨﺔ ﻭﻣﺪﻳﻨﺔ
ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻭﺑﻜﻞ ﺁﻳﺔ ﺃﻟﻒ ﺣﻮﺭﺍﺀ
ﻭﺗﺮﺍﻧﻲ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻨﺎﻡ ﻥ ﻟﻴﻠﺘﻪ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ
ﻭﻫﻜﺬﺍ ﻓﻠﻴﻜﻦ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺍﻟﻤﻮﺿﻮﻉ
8 ) ﺃ ( ﻭﺇﻻ ﻓﻼ. ﺃﺣﺎﺩﻳﺚ ﻣﺨﺘﺎﺭﺓ
ﺝ1: ﺹ107:

Dari Ummi Salamah: datang
seorang pemuda kepada
Rasulullah bertanya "Wahai
Rasulullah s.a.w. aku telah
menelantarkan sholatku,
apa yang dapat aku
lakukan?". Rasulullah s.a.w.
menjawab "Hendaknya
kamu sholat pada malam
Jumat delapan rakaat,
setiap rakaat membaca Qul
Huallaahu Ahad sebanyak 25
kali, lalu setelah sholat
bacalah Shallallahu Ala
Muhammad sebanya 1000
kali, maka itu akan
menebus sholat-sholatmu
yang kau tinggalkan
walaupun dua ratus tahun
danAllah akan mencatat
setiap rakaatnya seperti
ibadah setahun dan
menjanjikan sorga, dan
setiap ayat seribu bidadari
dan akan melihatku dalam
mimpi pada malam itu".
Dzahabi mengatakan ini
hadist maudlu.

2. Kanawi dalam kitab
Athaar Marfuuah fil Akhbar
al-maudlu'ah
meriwayatkan hadist
tentang qadla tahunan
pada bulan Ramadhan.

ﺣﺪﻳﺚ ﻣﻦ ﻗﻀﻰ ﺻﻠﻮﺍﺕ ﻣﻦ
ﺍﻟﻔﺮﺍﺋﺾ ﻓﻲ ﺃﺧﺮ ﺟﻤﻌﺔ ﻣﻦ
ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﺟﺎﺑﺮﺍ ﻟﻜﻞ ﺻﻼﺓ
ﻓﺎﺋﺘﺔ ﻣﻦ ﻋﻤﺮﻩ ﺇﻟﻰ ﺳﺒﻌﻴﻦ ﺳﻨﺔ

"Barang siapa mengqadla
sholat-sholat fardlu yang
ditinggalkannya pada
Jumat terakhir bulan
Ramadhan, maka itu
menjadi penebus dari
sholat-sholat yang
ditinggalkannya selama
hidupnya hingga 70 tahun"
Kunawi lalu menegaskan:
Ali al-Qari dalam kitab
Maudlu'at Shughra dan
Kubra mengatakan ini
hadist batal secara pasti
sebab bertentangan
dengan ijma' (konsensus)
bahwa satu ibadah tidak
akan bisa mengganti
ibadah-ibadah lain yang
lewat, apalagi sampai
bertahun-tahun. Hadist
tersebut dirwayatkan oleh
pensyarah kitan Nihayah,
mereka itu bukan ahli
hadist maka meraka juga
tidak menyebutkan
sanadnya yang lengkap.
Imam Dahlawi mengatakan
dalam kitabnya Ujalah
Nafi'ah, menyebutkan
bahwa hadist qadla
tahunan ini bertentangan
dengan hukum syariat.

3. Imam Shaukani dalam
kitab al-Fawaid al-
Majmu'ah fil Ahadits al-
Maudlu'ah mengatakan:
Hadits (artinya)
Barangsiapa sholat di
Jumat terakhir bulan
Ramadhan lima sholat
fardlu selama sehari
semalam, maka ia telah
mengqadla semua sholat
yang ditinggalkannya
selama setahun, ini maudlu'
tidak maragukan lagi. Saya
tidak menemukan dalam
kitab-kitab hadist maudlu'
tapi ini populer di kalangan
ulama-ulama kota San'a
pada masa ini, maka
banyak yang
melakukannya. Saya tidak
tahu siapa yang pertama
kali membuat hadist
maudlu' ini, mudah-
mudahan Allah
memburukkan orang-orang
pemalsu hadist.

= Bersambung >>>>

>>>> Lanjutan

4. Dalam kitab Fatawa
Syabakah al-Islamiyah,
nomor fatwa: 64749
disebutkan redaksi yang
sama dengan redaksi
selebaran, yaitu:

ﺍﻟﻨﻴﺔ ﻧﻮﻳﺖ ﺃﻥ ﺃﺻﻠﻲ ﺃﺭﺑﻊ ﺭﻛﻌﺎﺕ
ﻛﻔﺎﺭﺓ ﻟﻤﺎ ﻓﺎﺗﻨﻲ، ﻣﺎ ﺻﺤﺔ ﻫﺬﺍ،
ﻓﺎﺋﺪﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺠﻤﻮﻋﺔ ﺍﻟﻤﺒﺎﺭﻛﺔ ﻓﻲ
ﻛﻔﺎﺭﺓ ﻣﻦ ﻓﺎﺗﺘﻪ ﺻﻼﺓ ﻓﻲ ﻋﻤﺮﻩ
ﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ
ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ: ﻣﻦ ﻓﺎﺗﺘﻪ ﺻﻼﺓ ﻓﻲ
ﻋﻤﺮﻩ ﻭﻟﻢ ﻳﺤﺼﻬﺎ، ﻓﻠﻴﻘﻢ ﻓﻲ ﺁﺧﺮ
ﺟﻤﻌﺔ ﻣﻦ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻭﻳﺼﻠﻲ ﺃﺭﺑﻊ
ﺭﻛﻌﺎﺕ ﺑﺘﺸﻬﺪ ﻭﺍﺣﺪ، ﻳﻘﺮﺃ ﻓﻲ ﻛﻞ
ﺭﻛﻌﺔ ﻓﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﻘﺪﺭ
15 ﻣﺮﺓ ﻭﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﻜﻮﺛﺮ ﻛﺬﻟﻚ،
ﻭﻳﻘﻮﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﻴﺔ ﻧﻮﻳﺖ ﺃﻥ ﺃﺻﻠﻲ
ﺃﺭﺑﻊ ﺭﻛﻌﺎﺕ ﻛﻔﺎﺭﺓ ﻟﻤﺎ ﻓﺎﺗﻨﻲ ﻣﻦ
ﺍﻟﺼﻼﺓ، ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﺳﻤﻌﺖ
ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
ﻳﻘﻮﻝ: ﻫﻲ ﻛﻔﺎﺭﺓ ﺃﺭﺑﻌﻤﺎﺋﺔ ﺳﻨﺔ،
ﺣﺘﻰ ﻗﺎﻝ ﻋﻠﻲ ﻛﺮﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺟﻬﻪ ﻫﻲ
ﻛﻔﺎﺭﺓ ﺃﻟﻒ ﺳﻨﺔ، ﻗﺎﻟﻮﺍ: ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ
ﺍﻟﻠﻪ، ﺍﺑﻦ ﺁﺩﻡ ﻳﻌﻴﺶ ﺳﺘﻴﻦ ﺳﻨﺔ ﺃﻭ
ﻣﺎﺋﺔ ﺳﻨﺔ، ﻓﻠﻤﻦ ﺗﻜﻮﻥ ﺍﻟﺼﻼﺓ
ﺍﻟﺰﺍﺋﺪﺓ؟ ﻗﺎﻝ: ﺗﻜﻮﻥ ﻷﺑﻮﻳﻪ
ﻭﺯﻭﺟﺘﻪ ﻭﺃﻭﻻﺩﻩ ﻓﺄﻗﺎﺭﺑﻪ ﻭﺃﻫﻞ
ﺍﻟﺒﻠﺪ، ﻓﺈﺫﺍ ﻓﺮﻍ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺻﻠﻰ
ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
ﻣﺎﺋﺔ ﻣﺮﺓ ﺑﺄﻱ ﺻﻴﻐﺔ ﻛﺎﻧﺖ ﺛﻢ ﻳﺪﻋﻮ
ﺑﻬﺬﺍ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﺛﻼﺙ ﻣﺮﺍﺕ ﻭﻫﻮ ﻫﺬﺍ :
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻳﺎ ﻣﻦ ﻻ ﺗﻨﻔﻌﻚ ﻃﺎﻋﺘﻲ ﻭﻻ
ﺗﻀﺮﻙ ﻣﻌﺼﻴﺘﻲ، ﺗﻘﺒﻞ ﻣﻨﻲ ﻣﺎ ﻻ
ﻳﻨﻔﻌﻚ ﻭﺍﻏﻔﺮ ﻟﻲ ﻣﺎ ﻻ ﻳﻀﺮﻙ ﻳﺎ
ﻣﻦ ﺇﺫﺍ ﺃﻭﻋﺪ ﻭﻓﻰ ﻭﺇﺫﺍ ﺗﻮﻋﺪ ﺗﺠﺎﻭﺯ
ﻭﻋﻔﺎ، ﺃﻏﻔﺮ ﻟﻌﺒﺪ ﻇﻠﻢ ﻧﻔﺴﻪ،
ﻭﺃﺳﺄﻟﻚ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﻧﻲ ﺃﻋﻮﺫ ﺑﻚ ﻣﻦ
ﺑﻄﺮ ﺍﻟﻐﻨﻰ ﻭﺟﻬﺪ ﺍﻟﻔﻘﺮ ﺇﻟﻬﻲ
ﺧﻠﻘﺘﻨﻲ ﻭﻟﻢ ﺃﻙ ﺷﻴﺌﺎً ﻭﺭﺯﻗﺘﻨﻲ ﻭﻟﻢ
ﺃﻙ ﺷﻴﺌﺎً، ﻭﺍﺭﺗﻜﺒﺖ ﺍﻟﻤﻌﺎﺻﻲ ﻓﺈﻧﻲ
ﻣﻘﺮ ﻟﻚ ﺑﺬﻧﻮﺑﻲ ﻓﺈﻥ ﻋﻔﻮﺕ ﻋﻨﻲ
ﻓﻼ ﻳﻨﻘﺺ ﻣﺎ ﻣﻠﻚ ﺷﻴﺌﺎً ﻭﺇﻥ
ﻋﺬﺑﺘﻨﻲ ﻓﻼ ﻳﺰﻳﺪ ﻓﻲ ﺳﻠﻄﺎﻧﻚ
ﺷﻴﺌﺎً، ﺇﻟﻬﻲ ﺃﻧﺖ ﺗﺠﺪ ﻣﻦ ﺗﻌﺬﺑﻪ
ﻏﻴﺮﻱ ﻭﺃﻧﺎ ﻻ ﺃﺟﺪ ﻣﻦ ﻳﺮﺣﻤﻨﻲ
ﻏﻴﺮﻙ، ﺍﻏﻔﺮ ﻟﻲ ﻣﺎ ﺑﻴﻨﻲ ﻭﺑﻴﻨﻚ
ﻭﺍﻏﻔﺮ ﻟﻲ ﻣﺎ ﺑﻴﻨﻲ ﻭﺑﻴﻦ ﺧﻠﻘﻚ ﻳﺎ
ﺃﺭﺣﻢ ﺍﻟﺮﺣﻤﻴﻦ، ﻭﻳﺎ ﺭﺟﺎﺀ ﺍﻟﺴﺎﺋﻠﻴﻦ
ﻭﻳﺎ ﺃﻣﺎﻥ ﺍﻟﺨﺎﺋﻔﻴﻦ ﺍﺭﺣﻤﻨﻲ
ﺑﺮﺣﻤﺘﻚ ﺍﻟﻮﺍﺳﻌﺔ ﺃﻧﺖ ﺃﺭﺣﻢ
ﺍﻟﺮﺍﺣﻤﻴﻦ ﻳﺎ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ، ﺍﻟﻠﻬﻢ
ﺍﻏﻔﺮ ﻟﻠﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻭﺍﻟﻤﺆﻣﻨﺎﺕ
ﻭﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻭﺍﻟﻤﺴﻠﻤﺎﺕ ﻭﺗﺎﺑﻊ ﺑﻴﻨﻨﺎ
ﻭﺑﻴﻨﻬﻢ ﺑﺎﻟﺨﻴﺮﺍﺕ، ﺭﺏ ﺍﻏﻔﺮ ﻭﺍﺭﺣﻢ
ﻭﺃﻧﺖ ﺧﻴﺮ ﺍﻟﺮﺍﺣﻤﻴﻦ ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ
ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ
ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺗﺴﻠﻴﻤﺎً ﻛﺜﻴﺮﺍً ﺁﻣﻴﻦ .
ﻭﺑﺎﻟﻠﻪ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ؟

Mayoritas ulama yang
mengkaji masalah ﺍﻟﻘﻀﺎﺀ
ﺍﻟﻌﻤﺮﻱ atau qadla seumur
hidup mengambil
kesimpulan bahwa hadist
tentang itu palsu karena
bertentangan dengan
ketentuan syariat
mengenai masalah qadla
dan tidak diriwayatkan
dalam kitab-kitab hadist
populer. Indikasi kedua
adalah karena hadist tadi
mengandung unsur-unsur
berlebih-lebihan yang tidak
masuk akal. Hadist
tersebut juga merangsang
orang meninggalkan sholat
secara sengaja karena
mereka dapat
beranggapan dengan
melakukan sholat sekali
sebanyak 4 rakaat saja
dapat menghapus semua
dosa meninggalkan sholat.

Al-Dimasyqi dalam kitab al-
Manaarul Muniif fis Sahih
wal Dlaif menyebutkan
bahwa di antara tanda-
tanda hadist dlaif, adalah
hadist tersebut
menyebutkan imbalan
pahala yang berlebihan
atas amal yang kecil atau
menyebutkan siksa yang
berlebihan atas kesalahan
dan dosa kecil. Kalau kita
amati isi hadist yang ada
dalam selebaran tersebut,
maka termasuk dalam
ketegori ini.
Pengkultusan Jumat
terakhir bulan Ramadhan
ternyata juga didapati
pada sebagian besar
masyarakat muslim
Pakistan. Mereka
menyebutnya Jumah Wida'
atau Jumat terkhir bulan
Ramadhan. Biasanya pada
Jumat itu masyarakat
berbondong-bondong ke
masjid untuk sholat Jumat
Wida dan ikut berdoa
bersama imam. Masjid-
masjid yang biasanya tidak
penuh jamaah, maka pada
Jumat Wida' dipenuhi oleh
jamaah.

Kesimpulan

1. Sholat Kiffarah dan
menghususkan Jumat
terakhir bulan Ramadhan
dengan amalan sholat
untuk menebus dosa sholat
yang ditiggalkan, tidak ada
landasan dalil yang kuat.

Semua hadist yang ada
sangat lemah atau bahkan
maudlu' alias palsu
sebagaimana dijelaskan
oleh para ulama hadist.
Mayoritas Ulama hadist dan
fiqih mengatakan hanya
boleh mengamalkan hadist
dlaif untuk fadlailul a'mal
(keutamaan amal) dengan
syarat-syarat dan
ketentuan sbb:

• Hadist tersebut tidak
sangat lemah.

• Isi hadist tersebut
mengacu kepada ketentuan
agama yang ada. Misalnya
ada hadist dlaif tentang
keutamaan sholat malam,
ini diterima karena banyak
dalil menyebutkan sholat
malam. Hadist Jumat
terakhir bulan Ramadhan
tidak mempunyai landasan
pendukung dari ibadah
lainnya.

• Tidak boleh meyakini
bahwa itu hadist benar-
benar dari Rasulullah, tapi
cukup demi alasan hati-hati.
Artinya berpandangan
bahwa jangan-jangan itu
memang benar dari
Rasulullah s.a.w. (Taisir
Mustolah Hadist: Ibnu Solah:
34).

Hadist sholat kaffarah
sangat lemah dan bahkan
palsu, sehingga masuk
kategori yang tidak boleh
diamalkan.

2. Lebih baik
melaksanakan sholat-
sholat sunnah yang jelas
kuat dalilnya pada sepuluh
hari terakhir bulan
Ramadhan, seperti
melaksanakan sholat
tasbih, sholat taubah atau
sholat qiyamullail. Pahala
dari sholat-sholat tersebut
lebih terjamin dengan
riwayat-riwayat yang kuat
dan sahih.

3. Adapun redaksi doa
yang disebutkan dalam
hadist tersebut, arti dan
maknanya bagus maka
boleh digunakan untuk
berdoa kapan saja
waktunya, tidak khusus
untuk Jumat terakhir bulan
Ramadhan.

4. Mereka yang pernah
meninggalkan sholat atau
mempunyai hutang sholat,
tidak gugur tanggungannya
dengan melaksanakan
sholat kiffarah. Sesuai yang
disebutkan dalam kitab-
kitab fiqih, mereka harus
mengqadla sholat yang
ditinggalkan sesuai
jumlahnya. Kalau tidak
ingat jumlahnya, maka ia
wajib meng-qadla sholat
yang ditinggalkan sampai
taraf mendekati yakin
jumlahnya.

Demikian wallahu a'lam
bissowab.

Ini juga.
ﺣﺪﻳﺚ ﺑﺎﻃﻞ ﻋﻦ ﻗﻀﺎﺀ
ﻣﺎ ﻓﺎﺕ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﻼﺓ

http://
forums.adageonline.org/
viewtopic.php?f=13&t=184

ﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ
ﻭﺳﻠﻢ ﺍﻧﻪ ﻗﺎﻝ:
) ﻣﻦ ﻓﺎﺗﻪ ﻓﻲ ﻋﻤﺮﻩ ﺻﻼﺓ ﻭﻟﻢ
ﻳﻘﻀﻬﺎ ﻓﻠﻴﻘﻢ ﺍﺧﺮ ﺟﻤﻌﺔ ﻣﻦ ﺷﻬﺮ
ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺑﺄﺭﺑﻊ ﺭﻛﻊ ﻭﺑﺘﺸﻬﺪ ﻭﺍﺣﺪ
ﻭﻳﻘﺮﺃ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺭﻛﻌﺔ ﻓﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ
ﻭﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﻘﺪﺭ ﻭﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﻜﻮﺛﺮ 15
ﻣﺮﺓ )
ﻭﻳﻘﻮﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﻴﺔ:
ﻧﻮﻳﺖ ﺍﻥ ﺃﺻﻠﻲ ﺃﺭﺑﻊ ﺭﻛﻌﺎﺕ ﻛﻔﺎﺭﺓ
ﻟﻤﺎ ﻓﺎﺗﻨﻰ ﻣﻦ ﺻﻼﺓ
ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ )ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ (
ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ )ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ
ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ( ﻳﻘﻮﻝ :
ﻫﻲ ﻛﻔﺎﺭﺓ ﺃﺭﺑﻌﻤﺎﺋﺔ ﺳﻨﺔ
ﻓﻘﺎﻝ ﻋﻠﻰ ﻛﺮﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺟﻬﻪ ) ﻫﻰ
ﻛﻔﺎﺭﺓ ﺍﻟﻒ ﺳﻨﺔ ( ﻓﻘﺎﻟﻮﺍ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ
ﺍﻟﻠﻪ ... ﺍﺑﻦ ﺍﺩﻡ ﻳﻌﻴﺶ ﻣﺎﺋﺔ ﺳﻨﺔ
ﻓﻠﻤﻦ ﺗﻜﻮﻥ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺍﻟﺰﺍﺋﺪﺓ؟
ﻗﺎﻝ )ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ :( ﺗﻜﻮﻥ
ﻫﺬﻩ ﻻﺑﻮﻳﻪ ﻭﺯﻭﺟﺘﻪ ﻭﺍﻭﻻﺩﻩ
ﻭﺍﻗﺎﺭﺑﻪ .....
ﻓﺎﺫﺍ ﻓﺮﻍ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻳﺼﻠﻲ ﻋﻠﻰ
ﺍﻟﻨﺒﻰ 100 ﻣﺮﺓ ﺛﻢ ﻳﺪﻋﻮ ﺑﻬﺬﺍ
ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ
ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻫﻮ:
( ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻳﺎﻣﻦ ﻻ ﺗﻨﻔﻌﻚ ﻃﺎﻋﺘﻲ ﻭﻻ
ﺗﻀﺮﻙ ﻣﻌﺼﻴﺘﻲ ﺗﻘﺒﻞ ﻣﺎ ﻻ ﻳﻨﻔﻌﻚ
ﻭﺍﻏﻔﺮ ﻟﻰ ﻣﺎ ﻻ ﻳﻀﺮﻙ, ﻳﺎﻣﻦ ﺍﺫﺍ
ﻭﻋﺪ ﻭﻓﻰ ﻭﺍﺫﺍ ﺗﻮﻋﺪ ﺗﺠﺎﻭﺯ ﻭﻋﻔﺎ .
ﺍﻏﻔﺮ ﻟﻌﺒﺪ ﻇﻠﻢ ﻧﻔﺴﻪ ﻭﺃﺳﺎﺀ ﺍﻟﻠﻬﻢ
ﺍﻧﻰ ﺍﻋﻮﺫ ﺑﻚ ﻣﻦ ﺑﻄﺮ ﺍﻟﻐﻨﻰ
ﻭﺟﻬﺪ ﺍﻟﻔﻘﺮ , ﺇﻟﻬﻲ ﺧﻠﻘﺘﻨﻲ ﻭﻟﻢ
ﺍﻛﻦ ﺷﻴﺌﺎً ﻭﺭﺯﻗﺘﻨﻲ ﻭﻟﻢ ﺍﻛﻦ ﺷﻴﺌﺎً
ﻭﺍﺭﺗﻜﺒﺖ ﺍﻟﻤﻌﺎﺻﻲ ﻓﺄﻧﻲ ﻣﻘﺮ ﻟﻚ
ﺑﺬﻧﻮﺑﻲ ﻓﺎﻥ ﻋﻔﻮﺕ ﻋﻨﻲ ﻓﻼ
ﻳﻨﻘﺺ ﻣﻦ ﻣﻠﻜﻚ ﺷﻴﺌﺄ ﻭﺍﻥ ﻋﺬﺑﺘﻨﻲ
ﻓﻼ ﻳﺰﻳﺪ ﻣﻦ ﺳﻠﻄﺎﻧﻚ ﺷﺊ ....
ﺇﻟﻬﻲ ﺍﻧﺖ ﺗﺠﺪ ﻣﻦ ﺗﻌﺬﺑﻪ ﻏﻴﺮﻯ ﻭﺍﻧﺎ
ﻻ ﺃﺟﺪ ﻣﻦ ﻳﺮﺣﻤﻨﻲ ﻏﻴﺮﻙ... ﺇﻏﻔﺮ
ﻟﻲ ﻣﺎ ﺑﻴﻨﻲ ﻭﺑﻴﻦ ﺧﻠﻘﻚ ﻳﺎ ﺃﺭﺣﻢ
ﺍﻟﺮﺍﺣﻤﻴﻦ ﻭﻳﺎ ﺭﺟﺎﺀ ﺍﻟﺴﺎﺋﻠﻴﻦ ﻭﻳﺎ
ﺃﻣﺎﻥ ﺍﻟﺨﺎﺋﻔﻴﻦ ﺇﺭﺣﻤﻨﻰ ﺑﺮﺣﻤﺘﻚ
ﺍﻟﻮﺍﺳﻌﺔ... ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻏﻔﺮ ﻟﻲ
ﻭﻟﻮﺍﻟﺪﻱ ﻭﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ
ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ
ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﺃﻣﺎ
ﺑﻌﺪ :
ﻓﺈﻥ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺍﻟﺬﻱ ﺫﻛﺮﺗﻪ ﻓﻲ
ﺳﺆﺍﻟﻚ ﻻ ﻧﻌﻠﻢ ﻟﻪ ﺃﺻﻼً ﻓﻲ ﻛﺘﺐ
ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﻤﻌﺘﺒﺮﺓ، ﺑﻞ ﺇﻥ ﻋﻼﻣﺎﺕ
ﺍﻟﻮﺿﻊ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺍﺿﺤﺔ، ﻭﻣﺜﻠﻪ ﻓﻲ
ﺫﻟﻚ ﻣﺎ ﻳﻌﺮﻑ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﺒﻌﺾ ﻣﻦ ﺃﻥ
ﺁﺧﺮ ﺟﻤﻌﺔ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺗﺴﻤﻰ
ﺟﻤﻌﺔ ﺍﻟﻘﻀﺎﺀ، ﻭﺃﻧﻬﻢ ﺇﺫﺍ ﺻﻠﻮﺍ ﻓﻴﻬﺎ
ﺧﻤﺲ ﺻﻠﻮﺍﺕ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻔﺮﺍﺋﺾ ﻓﺈﻧﻬﺎ
ﺗﻘﻀﻲ ﻣﺎ ﻓﺎﺕ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﻠﻮﺍﺕ ﻃﻮﺍﻝ
ﺍﻟﻌﺎﻡ، ﻭﻫﺬﺍ ﻛﻠﻪ ﺑﺎﻃﻞ ﻻ ﺃﺻﻞ ﻟﻪ
ﻓﻲ ﺍﻟﺸﺮﻉ، ﻭﻫﻮ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﺪﻉ ﺍﻟﺘﻲ
ﻳﺘﺬﺭﻉ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﺒﻄﺎﻟﻮﻥ ﺍﻟﻤﻔﺮﻃﻮﻥ
ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻠﻮﺍﺕ، ﻭﺍﻟﻮﺍﺟﺐ ﻋﻠﻰ
ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ ﺍﻟﺤﺬﺭ ﻣﻨﻬﺎ ﻭﺍﺟﺘﻨﺎﺑﻬﺎ،
ﻭﺗﺤﺬﻳﺮ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﻨﻬﺎ. ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ
ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ :
http://
Fatwa/ShowFatwa.php?
lang=A&Id=6550&Option=
FatwaId

ni buka juga:


Mohon dikoreksi.........!!!!!!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar